Memotret di Tepi Pantai

Pantai selalu menjadi tempat yang seksi untuk dikunjungi. Di pantai kita bisa menikmati angin laut yang berhembus, pasir yang bergerisik, ombak yang menggelora, dan tentunya terbit tenggelamnya matahari. Tak heran jika saat liburan tiba pantai selalu penuh sesak oleh para pengunjung.
Berbagai momen yang kita alami sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja. Akan menjadi sebuah potret yang menggiurkan jika kita bisa mengabadikan berbagai momen dan suasana pantai. Mungkin karen aitulah banyak sekali foto bertema pantai yang bisa kita temui. Gak percaya?? Coba aja googling….
Namun nyatanya memotret di tepi pantai ini gampang-gampang susah. Hasrat untuk menghasilkan foto yang bagus seringkali terbentur fasilitas, cuaca, dan keadaan pantai itu sendiri. Berikut saya akan berbagi pengalaman memotret di pantai dengan kamera terbaik yang saya miliki: Canon Powershot A3100iS_(memang hanya kamera pocket “si kukut” inilah yang saya punya).
Sambil bermimpi kelak mendapatkan kamera yang lebih bagus dengan spesifikasi mumpuni, berikut saya sajikan beberapa poin yang bisa Anda perhatikan jika akan berlibur ke pantai dan memotret di tempat indah itu.
1. Siapkan perlengkapan memotret semaksimal mungkin yang bisa Anda siapkan. Jika mempunyai aksesoris pendukung seperti tripod, filter, dan pelindung lensa akan sangat membantu. Saya memotret ini dengan menggunakan timer 10 detik, kamera diletakkan di atas batu. Hasilnya:

momennya dapat, tapi kualitas kurang. Selidik punya selidik, ternyata lensa terkena uap air shingga menjadi buram, dan kamera sedikit bergoyang terkena angin yang cukup kencang sehingga fokusnya pun kurang. Saya pun berkilah, foto ini akan lebih bagus jika kamera menggunakan tripod, pelindung lensa, dan diambil oleh fotografer handal….ya iya lah….
2. Perhitungkan cuaca. Saat cerah kita dengan mudah memotret berbagai momen terutama yang menonjolkan unsur sinar matahari. Namun saat cuaca kurang bersahabat, matahari lebih sering tersembunyi, angin cukup kencang, dan ombak mencegah kita mendekat ke bibir pantai. Nah, jika cuaca hujan, berawan, dan berangin kencang, tak ada salahnya jika kita alihkan perhatian pada objek-objek lain seperti batu, debur ombak, awan hitam, pohon kelapa, dan sebagainya.
Cuaca cerah

Cuaca mendung

3. Jangan menggunakan jasa preman pantai untuk memotretkan kamera untuk kita. Selain hasilnya tidak dijamin bagus, sang preman pun mempunyai tarif tak jelas yang mesti kita bayar. Bagusnya ya bawa teman kita yang fotografer… hehe_kalau saya lebih memilih untuk meletakkan kamera di suatu tempat dan menggunakan timer.
4. Sabar menunggu “momen puncak”. Saat momen puncak inilah foto akan mempunyai ruh…(kira-kira begitu kata sang ahli: Arbain Rambey). Saat inilah kita harus memilih dan menentukan kapan harus klik shutter kamera untuk memotret sunset, lompat, dan sebagainya.

5. Jangan terpaku dengan pantai. Ombak, desir pasir, dan semilir angin memang begitu menggoda. Namun ada beberapa objek menarik lain yang ada di sekitar pantai, mislanya resort tempat kita singgah, warung kopi, pinggir pantai, rumah nelayan, dan sebagainya.

6. Siapkan charger atau baterai cadangan. Jangan sampai kita kehabisan baterai saat momen menarik masih berlimpah dan kita lewatkan.
Nah, untuk hari ini baru segitu-gitunya yang bisa saya bagi. Lain kali boleh nyambung deh. Sementara saya masih bermimpi mendapatkan kamera bagus semacam SLR, Tak ada salahnya Anda merencanakan liburan ke pantai lagi.

, , , ,

  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.